Agamadan Budaya dalam Integrasi Sosial (Belajar dari Pengalaman Masyarakat Fakfak di Propinsi Papua Barat) Oleh bahwa proses integrasi sosial dalam sebuah masyarakat hanya dapat tercipta bila terpenuhi tiga prasyarat utama. Pertama, adanya kesepakatan dan individu dalam sebuah masyarakat majemuk. Pierre Bourdieu (1930-2002), menawarkan Kesadaransosial seperti itu dapat di terapkan pada setiap mata pelajaran. Melalui berbagai pendekatan pembelajaran, perilaku seperti menghargai atau menghormati, salah satunya dapat diwujudkan dengan adanya diskusi kelompok. Hal tersebut dapat dilihat dari interaksi antar siswa ketika mereka saling bertukar pendapat. SkripsiHarmoni Sosial dalam Masyarakat Majemuk Dwi Fatmawati keberadaannya. Harmoni sosial juga terjadi dalam masyarakat yang ditandai dengan solidaritas (Mahya 2015). Mereka tidak selalu setuju; tidak selalu berusaha mati-matian untuk melihat sudut pandang orang lain, tetapi mencoba untuk hanya menerima bahwa kita berbeda. Masyarakatmajemuk dapat dipahami sebagai masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok dan strata sosial, ekonomi, suku, bahasa, budaya dan agama. Di dalam masyarakat majemuk, setiap orang dapat bergabung dengan kelompok lain tanpa rintangan sistemik yang dapat mengakibatkan terhalangnya hak untuk bergabung dengan kelompok tertentu. MenurutPierre L. Van den Berghe mengemukakan karakteristik masyarakat majemuk: 1. terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain. 2. memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer. berikut merupakan salah satu bentuk pengetahuan apresiasi yaitu.

terciptanya integrasi sosial dalam masyarakat majemuk dapat dilihat dari adanya